Feeds:
Tulisan
Komentar

images13.jpg Ingkarussunnah, apapun namanya senantiasa menolak hadits-hadits dengan berbagai macam kerancuan berpikir. Syubhat-syubhat yang basi mereka lontarkan ketengah-tengah ummat dengan harapan mereka akan meraih pengikut banyak.

Bagi orang yang mengamati perkembangan firqah-firqah dalam Islam, tentunya akan mendapati bahwa sebenarnya sudah dibantah oleh para ulama. Namun kebodohan atawa kejahilan para pengekor Al-Qiyadah Al-islamiyah (pengikar sunnah) ini membangkitkan kembali isu lama yang sebenarnya telah terpendam.

Namun, Subhanalloh, Alloh senantiasa menjaga agama ini dengan membangkitkan generasi yang senantiasa berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah sebagai Dua pedoman hidup, yang siapa saja berpegang kepada keduanya maka tidak ada sesuatupun yang akan menyesatkan mereka selama-lamanya.

Pengekor Al-Qiyadah Al-Islamiyah dengan kejahilannya melontarkan syubhat-syubhat yang antara lain akan kita perhatikan pembahasannya berikut ini, semoga hal ini menjadi bahan masukan bagi kita untuk menolak segala syubhat-syubhat pengekor Ingkarussunnah. Insya Alloh.

Mereka berkata ;

Kitab al-Qur’anul Karim adalah sebuah kitab yang dipelihara dan dijamin keotentikannya oleh Allah Subhanahu waTa’ala, tidak demikian halnya dengan hadits-hadits. sebagaimana firman Allah:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan Kamilah yang memeliharanya. [al-Hijr 15:09]

 Jawaban :

Ketahuilah bahwa jika Allah Ta’ala menjamin keotentikan alQur’an, hal ini bukan berarti sekedar memelihara dan menjaga huruf-hurufnya saja, tetapi meliputi semua yang berkaitan dengan Alqur’an, termasuk memelihara dan menjaga maksud, pengajaran serta qaidah pengamalannya. 3 hal yang terakhir inilah yang diwakili oleh As-Sunnah atau hadits Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam.

Maka tidaklah mungkin Alloh hanya memelihara huruf-huruf Alqur’an saja sementara ajaran dan maksudnya dibiarkan saja menjadi mainan yang ditolak dan ditarik sesuka hati oleh ummat. Perlu difahami juga bahwa apabila Allah berjanji memelihara Alquran Alkarim, maka maksud pemeliharaan itu adalah dari dua sudut, yang pertama sudut material yaitu sebutan, lafaz dan susunan ayat-ayat Alquran dan yang kedua adalah dari sudut non material, yakni maksud ayat, pengajaran dan qaidah pengamalan ayat. Hadits dan sunnah Nabi sentiasa dipelihara oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan adanya para ahli hadits di setiap generasi yang sentiasa mempelajari, menganalisa dan mengkaji kedudukan isnad sebuah hadits untuk kemudian dibedakan antara yang benar dan yang palsu.

Maka, kejahilan para Ingkarussunnah dengan apapun sebutan kelompoknya telah nyata-nyata diketahui banyak orang dari dahulu hingga sekarang. Karenanya Sungguh benar Firman Alloh Ta’ala, “Telah datang Kebenaran maka lenyaplah kebatilan”.

Namun, tentunya selama syeitan belum pensiun akan tetap ada orang-orang yang menebarkan syubhat, racun-racun yang dihembuskan kedalam pikiran ummat islam ini sehingga dengan perlahan-lahan akan keluar dari Agama Islam yang mulia ini.

Minggu, 14 Okt 07 22:28 WIB

Kirim teman

Di tengah-tengah suka cita umat Islam se-dunia merayakan hari Idul Fitri, ratusan warga Muslim di timur Aghanistan merayakan Idul Fitri, Sabtu (13/10) dengan aksi unjuk rasa. Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk protes atas tindakan pasukan AS yang dituduh telah membakar kitab suci al-Quran.

 

Ratusan warga provinsi Kunar mengungkapkan kemarahannya dengan memblokade jalan selama berjam-jam. Namun sejumlah anggota parlemen lokal berhasil meredam kemarahan mereka. Menurut para pengunjuk rasa, pasukan koalisia pimpinan AS telah merobek-robek dan membakar al-Quran ketika melakukan penyerbuan pada tengah malam. Pasukan koalisi juga menangkap sejumlah warga tak berdosa dalam penyerbuan itu.

 

Seorang reporter AFP melaporkan bahwa ia melihat sobekan-sobekan al-Quran di desa Kodu, sekitar 20 kilometer sebelah selatan provinsi Asadabad. Sementara pihak pasukan koalisi mengakui bahwa mereka melakukan operasi militer dan menangkap empat warga, namun menolak tuduhan telah merobek-robek dan membakar al-Quran.

 

“Pasukan kolaisi yang terlibat dalam operasi itu tidak akan melecehkan lembaran kitab suci, ” kata jubir pasukan koalisi Mayor Chris Belcher membela diri.

 

“Kami menghormati semua agama dan memperlakukan kitab-kitab suci dengan hormat sebagaimana layaknya, ” sambung Belcher.

 

Tetapi dua orang pemilik rumah yang anggota keluargannya diciduk pasukan koalisi AS mengatakan bahwa tentara-tentara itu menyerbu masuk ke rumahnya dengan tiba-tiba, padahal waktu sudah lewat tengah malam dan memeriksa buku-buku miliknya.

 

“Mereka mengikat dan membawa dua anak lelaki saya. Mereka memeriksa buku-buku kami dan melemparkannya ke lantai, ” kata Char Gul.

 

Lalu, sambung Gul, para tentara penjajah itu merobek dan membakar sebuah mushaf al-Quran dan membawa beberapa Qur’an lainnya. Saksi mata lainnya, Haji Mumtaz membenarkan keterangan Gul bahwa tentara koalisi menangkap empat warga kota dan melecehakn kitab suci al-Quran. (ln/al-arby)

Tahniah

images10.jpgJumat, 12 Oktober 2007

Sebanyak 35 tentara AS dikabarkan tewas dan sebagian terluka oleh serangan para pejuang Iraq. Korban pasukan AS sudah tak sedikit

Hidayatullah.com–Sebanyak 35 tentara AS tewas dan terluka dalam serangan yang dilancarkan para pejuang Iraq. Menurut Kantor Berita Reuters, para pejuang Iraq Rabu malam menyerang pangkalan utama militer AS di Baghdad, yang bernama pangkalan Victori.

Dalam serangan ini, dua tentara AS tewas dan 33 orang lainnya terluka. Markas Komandan Militer AS di Iraq kemarin membenarkan serangan tersebut dan menyatakan bahwa sejumlah korban mengalami luka-luka serius. Serangan ini mengejutkan para komandan militer AS.

Beberapa jam sebelum terjadinya serangan ke pangkalan militer AS tersebut, tiga tentara AS dilaporkan tewas di Iraq. Menurut data terbaru, jumlah tentara AS yang tewas di Iraq mencapai 3.816 personil.

Mengalihkan ke Afghanistan

Sementara itu, militer AS sedang mempertimbangkan satu usulan untuk mengalihkan operasi-operasi Korps Marinir di Iraq ke Afghanistan dalam usaha mengurangi ketegangan pada pasukan AS, kata surat kabar The New York Times, Kamis (11/10).

Komandan marinir Jenderal Jame Conway mengusulkan hal itu dalam satu pertemuan para pemimpin penting militer dengan Menteri Pertahanan Robert Gates pekan lalu, kata sumber-sumber yang dekat dengan diskusi itu kepada surat kabar tersebut.

Tindakan itu akan membebaskan pasukan Angkatan Darat yang sekarang menghadapi kedua konflik itu hanya memusatkan perhatian di Iraq.

Militer mengalami ketegangan oleh alih tugas yang diperpanjang di dua negara itu, yang menyebabkan pasukan kurang waktu di rumah dan latihan serta membatasi jumlah tentara yang dapat dikerahkan dalam keadaan darurat di tempat manapun.

Sebagaimana diketahui, ada 160.000 tentara AS di Iraq sebagai bagian dari kehadiran yang meningkat pasukannya di negara itu. [irb/rtr/www.hidayatullah.com]

images9.jpgPada hari Sabtu (22/07/2006) yang lalu, saya telah berkesempatan mengikuti satu sesi “Ceramah Keibubapaan” di sekolah menengah agama berasrama penuh di mana dua orang anak perempuan saya bersekolah. Penceramah jemputan yang pihak PIBG sekolah jemput adalah Dr. Rubiah Kulup Hamzah. Selain menjadi penceramah motivasi, Dr. Rubiah juga adalah pensyarah separuh masa di UM, UiTM, UKM dan OUM serta amat bergiat aktif dalam pergerakan NGO Islam.

Disini, saya ingin berkongsi dengan anda sedikit maklumat yang disampaikan oleh Dr. Rubiah mengenai isu yang sedang hangat diperkatakan, iaitu isu “Murtad” dan “Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan”

PERANCANGAN

Berdasarkan penyelidikan beliau serta anggota NGO Islam yanglain,pihak-pihak yang memusuhi Islam, terutamanya pihak Kristian telah lama membuat perancangan rapi untuk menjadikan remaja-remaja Islam sebagai sasaran untuk dikristiankan. Umumnya, kita mengetahui bahawa mereka telah berjaya menjadikan “Dunia Hiburan” dan “Dunia Sukan” sebagai senjata untuk menjauhkan remaja-remaja kita dari agama Islam. Namun, satu pendedahan yang dibuat oleh Dr. Rubiah mengenai “perangkap” yang digunakan oleh pihak Kristian ini amat membimbangkan kami yang hadir semua.

Berikut adalah kronologi bagaimana mereka memerangkap anak-anak gadis kita untuk dijadikan mangsa.

 

MEMIKAT

Untuk makluman semua, pertubuhan-pertubuhan Kristian telah bersepakat untuk memberi satu bentuk skim galakan kepada para jejaka Kristian serta diberi tunjuk ajar mengenai teknik untuk memikat gadis-gadis Melayu Islam untuk dijadikan pasangan mereka. Berbagai-bagai teknik memikat akan digunakan dan ia bergantung kepada latar belakang gadis yang disasarkan. Tapi, apa yang membimbangkan kami semua adalah sasaran utama mereka kini adalah gadis-gadis bertudung labuh yang berpendidikan agama. Teknik yang mereka gunakan adalah lebih kurang sama sahaja.

Pada peringkat awal mereka akan mencari jalan untuk berkenalan dengan anak-anak gadis kita, sama ada melalui hubungan kerja, hubungan sesama pelajar mahu pun hubungan jiran tetangga. Kemudian, mereka akan berlakon seolah-olahnya mereka telah tertarik dengan kesopanan, cara berpakaian serta kelembuatan tingkah laku anak-anak gadis kita ini. Antara ungkapan yang sering digunakan adakah

“Adakah semua anak-anak gadis melayu begitu ayu dan sopan?”,
“Di dalam masyarakat saya, tidak pernah saya bergaul dengan gadis yang begitu berakhlak”,
“Saya tertarik dengan tingkah laku awak”.
“Saya ingin mengenali awak dan agama awak dengan lebih dekat lagi”

Biasanya, anak-anak gadis yang berpendidikan agama kita ini akan terbuka hatinya untuk menerima kehadiran jejaka Kristian ini apabila si jejaka mula menyatakan keinginan untuk mengenali agama Islam dengan lebih dekat lagi.

PERANGKAP

Apabila si jejaka merasakan anak gadis kita telah menerima kehadiran mereka, mereka akan menjalinkan persahabatan mereka dengan jujur, ikhlas, bersopan dan begitu “gentleman” sekali. Mereka akan ke perpustakaan, minum serta beriadah bersama dengan rakan-rakan yang lain Pendek kata, sepanjang persahabatan mereka, cubaan “ringan-ringan” pun tidak ada. Tetapi awas, para ibubapa.

Satelah sekian lama bersama serta mendapati si gadis telah mula ada perasaan cinta, si jejaka akan menunggu dengan sabarnya ketika untuk memulakan”langkah sebenarnya” yang pertama. Apabila si gadis didapatinya mula terleka, mereka akan digambarkan seolah-olah mereka terbawa-bawa oleh perasan cinta sehingga si gadis ternoda. Ketika inilah, perangkap mereka sudah mula mengena.

DILEMA

Perlakuan noda ini boleh berlaku mungkin sekali, dua, tiga atau seterusnya. Sebab bagi si jejaka, perangkapnya hanya dikira benar-benarmengena apabila si gadis didapati berbadan dua. Pada ketika ini, si jejaka akan menunjukkan kekesalannya yang tidak terhingga. Si jejaka kononnya akan bertanggungjawab diatas perbuatan mereka seraya berkata “Agama kita melarang kita menggugurkannya, maka terpaksa kita berkahwin, tetapi kita berlainan agama”

Seterusnya kata si jejaka “Kalau kita ingin berkahwin secara Islam, saya sanggup memeluk Islam, tetapi kita terpaksa berhadapan dengan dua perkara.Pertama, mengikut hukum Islam, kita boleh dikenakan 100 sebatan sebagaibalasan dosa.

Kedua, masyarakat Islam akan mencemuh dan meminggirkan kita kerana mempunyai anak diluar nikah yang kita hasilkan bersama. Kita akan berasa amat malu, lebih-lebih lagi awak yang berpendidikan agama. Sanggup kah kita? Saya rasa, saya tidak sanggup menghadapinya.”

Kata si jejaka lagi, “Kalau kita berkahwin secara agama saya, awak hanya perlu untuk menukar agama, dan kita akan terlepas dari dua seksa. Pertama, mengikut agama saya, kita hanya perlu untuk membuat pengakuan di hadapan paderi di gereja untuk menghapuskan segala dosa. Kedua, masyarakat agama saya akan menganggap anak kita ini senasib dengan Jesus (Nabi Isa) yang dilahirkan tanpa bapa. Mereka juga akan menganggap awak senasib dengan Mary (Mariam)yang melahirkan Nabi Isa. Maka, kita pasti tidak akan dipersia. Saya rasa ini option terbaik buat kita.”

Untuk makluman semua, mereka hanya merancang agar anak jejaka mereka memikat anak gadis kita. Tetapi mereka tidak akan mencuba agar anak gadis mereka untuk mendampingi anak jejaka kita kerana mereka sedar bahawa perangkap mereka yang ini tidak akan mengena.

MURTAD

Mengikut penyelidikan Dr. Rubiah serta rakan-rakan dalam NGO Islam yang lain, amat ramai gadis-gadis melayu Islam yang memilih option kedua walaupun ada segelintir yang berjaya diselamatkan dan terpaksa disembunyikan demi maruah agama & bangsa. Mereka seterusnya mengemukakan permohonan untuk menukar agama (murtad) di pejabat agama. Namun Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan menjadi penghalang utama rancangan mereka.

Menurut Dr. Rubiah lagi, pihak IFC (Inter-Faith Council) telah berjaya mendapatkan dua juta tanda tangan sokongan agar Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan ini dapat dipinda. Tetapi katanya lagi, untuk mendapatkan 1 juta tanda tangan umat melayu Islam bagi menghalang usaha mereka, adalah sesuatu yang teramat seksa. Ramai yang terlalu merasa curiga dengan alasan mereka khuatir tanda tangan mereka akan disalahgunakan untuk menyatakan sokongan atau bantahan terhadap usaha yang lain pula. Alasan demi alasan diterima….hinggalah satu masa nanti saudara mara terdekat kita tiba-tiba menjadi sebahagian dari statistik puluhan ribu mangsa.

Adalah diharap, satelah perhimpunan di Masjid Wilayah, Ahad yang lalu (23/07/06), lebih 2 juta tanda tangan telah berjaya diterima. Dimanakah semangat kita? Kita belum lagi diperlukan untuk mengangkat senjata. Maka, marilah kita bersama-sama berusaha dan mengembeling tenaga agar gejala ini tidak terus melanda agama dan negara.

DOA

“Doa adalah senjata para mukmin”. Satelah kita berusaha, marilah kita bersama-sama berdoa agar anak-anak gadis kita akan terhindar dari menjadi mangsa. Doa juga dipanjatkan agar umat Islam di Palestin, di Lubnan, di Iraq dan seluruh dunia dihindari dari segala bencana.

Amin……Ya Rabbil A’lamin.